101_0907Kisah ini mengisahkan tentang hari yang sangat buruk bagi saya, ada kejadian yang sangat mengguncang hati dan perasaan saya ini. Kisahnya seperti berikut:

Hari ini 22 Desember 2009 saya bangun yang saya rasakan sangat dingin sekali, karena posisi saya di dalam gedung dan di ruangan saya kerja tidak terdapat jendela untuk melihat keadaan di luar apakah hujan atau tidak, pada saat itu yang saya lihat hanya jam menunjukan sudah pukul 08.00 WIB yang dimana pada hari ini pula saya kuliah yang harusnya masuk jam 08.00 WIB akan tetapi sang dosen biasanya memberikan toleransi waktu. Akhirnya tanpa mandi ataupun sikat gigi saya bergegas untuk berangkat ke kampus, akan tetapi sesampainya saya di lantai dasar saya melihat gemercik hujan di sana, yang tidak begitu deras (biasanya saya sebut gerimis romantis), Akhinya dengan berbagai pertimbangan dan saya juga bicara dalam hati dan membuat percaya diri saya “Akh cuman hujan segini tidak bisa mencegah saya untuk dateng ke kampus”, kenapa saya begitu antusias untuk dateng ke kampus? dikarenakan sering ga masuk kuliah pada jadwal hari selasa, jadinya ya daripada jeblok nilai saya gara-gara absen (walaupun emang sudah jeblok) mendingan saya berangkat memaksakan diri saja, ga peduli mau sepatu basah atau baju basah, yang penting saya datang dan tanda tangan absensi dan pulang (lakh kapan belajarnya? emang mata kuliah ini susah untuk di cerna pelajarannya).

Kemudian berangkatlah saya ke kampus di iringi dengan hujan yang membasahi badan ini, ribuam meter saya lalui, sesampainya di sebuah daerah yang mana sering saya lewati (ya iya lakh orang itu jalan ke kampus) yaitu daerah lenteng¬† agung, hujanpun mulai meramaikan suasana dengan bertambah deresnya hujan ini, semakin menusuk-nusuk ke muka dan baju ini sehinga membuat pandangan saya kurang jelas, akhirnya dengan perasaan aga sedikit khawatir dan berpikir (akh tas saya anti air mudah-mudahan ga basah ke dalem) akhirnya saya memutuskan “walau lepek gw harus dateng ke kampus!!! karena waktu toleransi keterlambatan hanya sekitar 45 menit”.¬† saya tancap gas dengan cara menyetir yang aga sedikit berbahaya kalau dalam posisi hujan seperti ini.

Akhirnya saya merasakan kalau sepatu ini sudah mulai basah sampe kedalem-dalem terlintas pikiran “jika memang sesampainya di kampus sepatu saya basah banget saya akan masuk kelas tanpa pake sepatu” (nyeker mode on), akhirnya masih berani saya melanjutkan perjalanan, akan tetapi hujan semakin deras dan saya sudah sedikit merasakan kalau air itu sudah mengalir di dada saya, akhirnya saya putuskan untuk berteduh sebentar dan menghubungi teman saya untuk memberi tahu kondisi saya saat ini sangat mengenaskan (lepek neduh), setelah itu saya terus dan terus berfikir, dan saya ingat pada waktu itu saya berfikir untuk melanjutkan perjalanan, lakh ko nekat banget? karena saya neduh udah di dekat pintu masuk ke daerah UI,wuis seakan-akan saya kuliah di UI ya 😀 ? padahal hanya numpang lewat doank, wong saya kuliah di Universitas Gunadarma yang bisa lebih cepet kalau jalan pondok cina, inget pondok cina bukan pondok cinta :D. tempat saya berpijak dan neduh ini lumayan dekat dengan kampus, dan berfikir juga saya ” udah susah-susah saya dari jakarta ke depok masa udah deket mau balik lagi”.

Akhirnya celana saya basah dan baju kering, lakh ko begitu? “karena jaket saya lumayan tahan air”. saya parkir di sembarang tempat dan langsung berlari ke kelas (sangat mengharukan hujan-hujan saya lari-larian), sesampainya di kelas, saya langsung meminta maaf karena telat, terus langsung tanpa minta izin saya buka sepatu dan kaos kaki saya, dan saya mengikuti pelajaran dengan mode nyeker.

Suatu saat pada saat pelajaran berlangsung saya ingat dengan kekasih hati saya yang saya taro di tas (macbook), dan saya langsung mengeluarkan semua isi tas, ga peduli dosen mau bilang apa, posisi kelaspun di lab, dan saya coba untuk menyalakan laptop saya, dan ternyata dia tidak mau bereaksi 🙁 (layaknya orang mati),hati sedih mulai terasa, rasa gundah mulai menyelimuti, dan uang mulai terancam. Akhirnya saya tunggu beberapa lama sampe kuliah hari ini dinyatakan selesai. Ternya Macbook saya sudah benar” mati, dan saya coba colokin charger juga masih tetap mati. semua cara sudah ku lakukan, tapi hasilnya tetap sama, dia diam tanpa kata (d’masiv mode on). Akhirnya saya hubungi ke ibox dan menanyakan berbagai hal, ternyata cukup atau bisa juga di bilang sangat mahal untuk memperbaiki ini semua, hanya periksanya aja udah 300rb 🙁 apalagi kl mau ganti yang lain-lain, karena Macbook saya sudah tidak dalam masa garansi lagi, karena udah lebih dari 1 tahun saya bersamanya. bisa kencing di celana saya, sudah gitu mengingat sekarang tanggal 22, tau sendiri lakh tanggal segini itu udah waktunya orang ga punya duit :(. Pusing yang teramat pusing melanda saya, dan bingung pun menghampiri. karena saya sudah suntuk banget dengan situasi di kampus, maka saya putuskan untuk pergi dari tempat ini, dan saya pulang ke habitat saya lagi 🙁 .

Dari kejadian hari ini saya dapat mengambil pelajaranburuk  dan permohonan sedikit yaitu:

  1. Kalau emang banyak rintangan untuk dateng ke kampus sebaiknya jangan ke kampus.
  2. Jika hujan maka dianjurkan untuk meneduh saja (untuk yang ga punya jas hujan seperti saya)
  3. Sayangi barang anda seperti anda sayang sama keluarga anda
  4. Laptopku adalah belahan jiwaku 🙁 terasa hampa hidupku tanpamu, walau baru sejenak kau tinggalkan aku
  5. Macbook ku aku rindu kamu 🙁
  6. Harapan saya:
    • mudah-mudahan dari anda semua ada¬† yang bersedia menjadi donatur untuk kesembuhan Macbook saya, seberapapun asal ikhlas saya akan berterimakasih banyak, yang dimana dengan macbook ini juga saya bisa belajar dan berusaha untuk jadi lebih baik dan terus mengembangkan diri. Jika memang ada silahkan email ke saya untuk menanyakan no rekening saya :). email saya: , atau bisa langsun YM ke ID: amindn

Author

Ahmad Aminudin

nama gw ahmad aminudin, biasa di panggil amin, sedangkan kalau di dunia maya di kenal sebagai turbin_ti . lahir di rangkasbitung, 03-09-1989. menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Margamulya 1, Menamatkan sekolah menengah di SMPN 1 Menes, sekarang sedang menjalani pendidikan di SMKN 1 Rangkasbitung mengambil bidang keahlian TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Berpengalaman sebagai webmaster di web komunitas belajar tentang Teknologi Informasi di http://infoteknologi.com. sangat menyukai semua hal yang berhubungan dengan Web Disain, Disain Grafis, Linux Administrator.

Comments (7)

  1. Anonymous
    December 22, 2009

    kan udah gw bilangin dari maren2 jazz ujan jangan lupa dibawa…. eh tetep aja ga dibawa… abis deh skrg siputih jadi korban…

    mudah2an aja doi cuman mati suri…

  2. joe
    December 22, 2009

    turut berduka cita… sama belahan hatinya 🙂 semoga si belahan hati mu cuman mati suri:) amin…

  3. Imam Fachri Chairudin
    December 23, 2009

    Pake ThinkPad bos.. tahan aer.. tapi HP520 juga manteb tuh,, punya gw dah kebanting” cipratan aer masih aje ngotot mo nyala

  4. Ahmad Aminudin
    December 23, 2009

    hahahaa…. kalau ada duit juga boss udah beli lagi kali. tapi ini apa boleh dikata 🙁 buat service aja ga ada 🙁

  5. abunabiha
    December 24, 2009

    Wah turut berduka ya mas…Semoga Allah menggantikannya dengan yang lebih baik.

  6. Kini Kau Kembali Membawa Sedikit Luka | Aminudin.Net
    December 27, 2009

    […] menimpa MacBook saya beberapa hari yang lalu, yang saya uraikan di sebuah posting yang berjudul Story: Almarhumnya sebuah Macbook persis postingannya sebelum posting yang ini. Tidak lama setelah saya posting artikel tersebut, […]

  7. try samsuri
    April 1, 2011

    kocak abiss..

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.