Pribadi

Apakah Benar saya tertipu POLISI ?

kartun_polisiMinggu siang tanggal 07 Juni 2009 tepatnya pada jam 13. — WIB saya terkena tilang di sebuah jalan menuju daerah wisata yaitu daerah cibodas, pas di perempatan mau ke air terjun cibodas, di sana terdapat beberapa polisi sedang mengatur laju lalu lintas, memang gagah tampangnya kl tanpa kejahatan.

Ketika itu saya lupa akan menyalakan lampu penunjuk arah (lampu sen) dikarenakan saya rame-rame bersama dengan teman-teman kuliah dan mereka sudah menyalakan lampu sen, ditambah lagi boncengan saya (cwe saya) lupa akan memasang helm, maka sang polisi yang haus itupun mengejar saya dan saya tidak sadar akhirnya polisi itu menghentikan laju kendaraan saya dan meminta saya untuk menunjukan SIM dan STNK, maka saya mengacak-acak dompet untuk mencari dimanakah SIM saya, akhirnya kedua dokumen itu tertemukan di pojokan dompet saya, kemudian setelah itu dia membawa SIM dan STNK saya sambil berkata, ayo ikut saya ke POS (di hatinya dia senang). Kemudian dengan laju kilat dan rasa kesal saya mengikuti sang polisi yang gagah berani itu ke POS nya, karena saya merasa salah maka saya tidak melawan sedikitpun kepada polisi itu.

Sesampainya di POS polisi, dia mengajak saya berbincang-bincang mengenai kesalahan saya, dalam hati saya berkata wah ilmu baru(ilmu hukum lalu lintas) akan tetapi ada keganjalan dalam perkataan dia, dia menyebutkan kl denda yang harus saya bayar untuk lampu sen adalah Rp. 245.000 dan untuk helm adalah Rp. 225.000. jadi total denda yang harus saya bayar adalah Rp. 470.000. Hmmmm….. menurut anda semua para pembaca aminudin.net apakah benar perkataan polisi itu ?

Kemudian dia berkata sambil menulis ke surat tilang, kalau nanti saya datang ke pengadilan pada tanggal 19 juni 2009 di daerah cianjur dan jaraknya 1 jam dari POS polisi itu. Nah lho…. karena saya tidak banyak waktu pada tanggal yang di tentukan itu dikarenakan saya sedang UAS pada tanggal itu jadi saya mengambil kesimpulan, mencari cara lebih ringan. dan saya bertanya kepada PAK POLISI yang saya hormati (tadinya), saya bertanya, gimana pak tanggal segitu saya tidak bisa ke pengadilan dikarenaka juga jarak dan waktunya yang sangat tidak bisa memungkinkan saya untuk datang pada sidang tersebut, maka saya menannyakan apakah bisa saya bayar denda tersebut di sini?… kemudian sang polisi menjawab katanya tidak bisa, pokoknya saya harus datang ke pengadilan. dalam hati berbicara, yaudah min dateng aja ke pengadilan,… kemudian saya bilang, yaudah deh pak saya ke pengadilan, ekh .. kenapa dia malah bilang kl STNK saya yang di tahan, lah ko gitu “ujar saya kepada polisi”. polisipun berkata, ya emang gitu de, soalnya disini tidak bisa kalau hanya SIM yang di tahan, sepengetahuan saya yang dangkal saya rasa harusnya SIM dah yang di tahan. tetapi polisinya pun tetap mendesak dan memojokan saya dengan menunjukan berapa STNK motor yang dia pegang, kemudian saya pusing deh… aduh aduh…..

Setelah sekian lama polisi itu ngoceh ga jelas ke saya akhirnya beliau berkata “yaudah anda bisa bayar denda disini sebesar yang saya sebutkan tadi”. aduh… mana duit di atm (hati berkata). akhirnya dia menunjukan ATMnya berada dimana dan ternyata ATMnya berada di dekat pasar cipanas (ATM MANDIRI), dia minta kepada saya untuk mengambil uang selama 5 menit, (dengan muka kaget saya mendengarnya), tapi saya bilang, oke pak siap. “kl anda telat saya tidak mau menerima uang yang anda bayarkan” ujar polisi itu kepada saya. Kemudian dengan PD saya melesat ke ATM dan kembali ke POS POLISI tanpa lebih dari 5 menit.

Sesampainya di POS polsisi saya menanyakan gimana pak? kemudian polisi itu berkata ini suratnya, anda tinggal ke pengadilan, walah saya berkata “ga bisa gitu pak, tadi kesepakatannya bagaimana? ” kemudian polisi itu menjawab, saya ga bilang kalau tadi saya mau anda bayar denda disini. kemudian saya sodorkan tangan dan meminta dia untuk bersumpah,… akan tetapi dia tidak bilang apa” dan malah membahas tilangan saya lagi, setelah di POS itu tidak ada orang, barulah dia berkata kl bisa bayar denda di situ, dan saya membayar sebesar Rp.470.000 (tanpa tau kl saya udah di tipu). Kemudian SIM dan STNK saya di kembalikan dan saya dipersilahkan pergi, dan kenapa bukti tilangnya ga saya minta ya 🙁 … saya lupa…. kemudian saya melanjutkan jalan-jalan saya dan mengikhlaskan uang tersebut, saya berkata kepada diri saya, kl emang uang itu buat negara ya saya ikhlas dengan senang hati, itu tandanya saya udah menyumbang ke negara. Akan tetapi jika uang tersebut di makan oleh polisinya dan saya terbukti kena tipu, maka saya hanya bisa berdo’a kl uang itu tidak akan barokah dalam hidupnya (secara uang haram)…. yang anehnya lagi kenapa polisi-polisi itu melarang saya untuk menyuruh teman-teman saya datang ke POS polisi, padahal saya niatnya mau minjem duit doank :(… Arrghhhh….. duit yang rencananya buat makan ternyata raip dimakan rayap indonesia….

Ada lagi tambahan sob, pada waktu saya di tilang, saya minta form biru dan saya bilang saya mau transfer saja uang denda tersebut, katanya ga boleh saya harus tetap di sidang, apakah hal tersebut benar ? tidak adakah kemudahan rakyat untuk transfer uang ke negara, daripada melalui polisi?

Dan untuk ciri” polisi tersebut persis dengan yang di ceritakan oleh Arfan Rahman di surat pembaca detik.com.

Sesampainya di kantor, saya mencari keterangan demi keterangan tentang tabel pasal-pasal mengenai penilangan, akhirnya saya menyadari kalau saya telah di bohongin :(… ternyata POLISI yang selama ini selalu saya bangga”kan sebagai pelindung masyarakat, tega-teganya menipu masyarakat, saya sangat kecewa sekali karena di kepolisian masih ada orang seperti itu. Mohon untuk kepolisian di seluruh indonesia agar lebih bisa membersihkan polisi yang kotor, agar masyarakat tidak memandang anda sebagai penindas masyarakat kecil seperti saya.

Note:
Sebenarnya tulisan ini saya buat agar saya bisa dapat pencerahan dari para pembaca, agar memberikan saran atau ajaran kepada saya jika menangani kasus kaya gini lagi 🙁 …..

Author

Ahmad Aminudin

nama gw ahmad aminudin, biasa di panggil amin, sedangkan kalau di dunia maya di kenal sebagai turbin_ti . lahir di rangkasbitung, 03-09-1989. menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Margamulya 1, Menamatkan sekolah menengah di SMPN 1 Menes, sekarang sedang menjalani pendidikan di SMKN 1 Rangkasbitung mengambil bidang keahlian TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Berpengalaman sebagai webmaster di web komunitas belajar tentang Teknologi Informasi di http://infoteknologi.com. sangat menyukai semua hal yang berhubungan dengan Web Disain, Disain Grafis, Linux Administrator.

Comments (23)

  1. Ahmad Aminudin
    June 8, 2009

    bisa-bisa ga makan deh gw niy 🙁

  2. Ahmad Aminudin
    June 8, 2009

    Karena saya tidak mempunyai bukti apapun tetapi saya hanya punya saksi, jadinya yaudah lakh gpp… yang jelas semua kisah yang saya jelaskan di atas semuanya FAKTA….. apakah anda pernah mengalami hal seperti saya?

  3. Angga Wahyudi
    June 8, 2009

    Parah nih… gw juga pernah, sakiiiiiiiiiit hati gw…

    Seharusya kamu bilang aja ke pengadilan sekalian bawa pengacara yg ngerti hukum…

    gertak polisi dikit gpp lah, hehehehe

    Terus minta identitas polisi yang sita SIM dan STNK mu, buat bukti

  4. Dody
    June 8, 2009

    Kalau kesalahan terletak pada kendaraan, misalnya nggak ada lampu, nggak ada kaca spion, dan komponen2 lain yang sifatnya berpengaruh terhadap keamanan, yang ditahan itu STNK.

    Kalau kesalahan terletak pada pengemudi dan penumpang, misalnya tidak pakai helm, mengemudi sambil menelepon (di indonesia udah ada belum ya peraturan tentang ini?), mengemudi dalam kondisi kurang sehat (kalau di luar sana termasuk kadar alkohol/mabuk)dsb, yang ditahan itu SIM.

    Setauku sih begitu. Nggak tau kalau udah ada perubahan peraturan jadi beda lagi ya…

  5. Dody
    June 8, 2009

    oh iya.. kalau ada kesalahan yang mencakup kedua aspek, harusnya cukup SIM aja yang ditahan karena kesimpulannya ‘pengemudinya yang nggak beres (no offense)’… jadi kalau mau ditahan SIM dan STNK jelas nggak bener itu…

  6. Ahmad Aminudin
    June 8, 2009

    @angga: kayaknya gw harus ke TKP lagi nih, buat foto tuh seleb polish…

    @dody: emang setau gw juga gitu, tapi dia tetep aja ngotot kalau STNK yang di tahan, makannya gw bingung, habis bingung ya blank dah otak gw 🙁

  7. Dody
    June 8, 2009

    Lain kali kalo ketemu dia atau oknum polisi sejenis itu, suruh dia telp aku.. biar aku yang nanyain dia…

  8. Ahmad Aminudin
    June 8, 2009

    oke siap gan ? :D… butuh banyak belajar hukum nih, pindah jurusan dah 🙁

  9. Dody
    June 8, 2009

    ah nggak harus ke hukum… yang penting tunjukin kita nggak takut, kalau punya back up di bidang yang sejenis lebih bagus… psikologinya sama dengan menghadapi iblis juga. kalo kita takut sama iblis, iblisnya bakal lebih galak ke kita.. Hahahahaha…

  10. Ahmad Aminudin
    June 8, 2009

    owh gitu ya… berani dan lantang sekarang, ga ada lagi yang namanya di bodohin. Mending repot transfer or pemngadilan daripada tertindas….

  11. Dody
    June 8, 2009

    ya… tapi bukan berarti udah salah tetap ngelawan. Dalam batas tertentu ya nurut karena kita emang ada kesalahan. tapi kalau tuntutan dia berlebihan dan mengada-ada.. ya lawan aja. waktu masih kul di bdg dulu aku juga sering ngerjain polisi… Hehehehe…

  12. Ahmad Aminudin
    June 8, 2009

    hihihi…. iya emang tadi gw jalanin prosedur kaya gitu, tapi mau gimana lagi sial banget tuh polish…. 🙁

  13. Bima
    June 8, 2009

    hahahaha…dasar polisi, kasih aja bro klo emang punya mah itung2 amal, klo lo ikut sidang sih paling kena cuma 50rb..gw pernah tuh kayak gitu..cuma mereka nyeseeeel banget kayaknya gw malah pilih sidang…wakakakkakaka
    ampuuunnnnnnn deh gw !!

  14. Hariyadi
    June 8, 2009

    Kalo gw diperlakukan seperti itu udah gw acak2 tu mukenye alias loe bikin malu polisi dengan ilmu TI yang loe punya. Loe gak tenang kali, loe udah takut duluan cos dia kan dah berpengalaman bikin mangsanya down dulu apalagi tampang loe yang lugu spt itu. Mana ilmu TI yang loe. Polisi, aparat, or bajingan2 macam gitu biasanya takut sama ilmu2nya orang TI cos orang2 TI kan cerdik n canggih2. Udah 2 kali gw di tilang tapi gak pernah tu suruh bayar sepeserpun, polisi yang suka ngerjain kayak gitu harusnya dikerjain juga. Rekam kek, takut2in balik kek atau apalah yang jelas dalam kondisi spt itu loe harus banyak2 memutar otak. Untuk pengalaman berikutnya loe harus buktikan kalo loe sama polisi pinteran loe atau cerdikan loe

  15. Ahmad Aminudin
    June 8, 2009

    emang gw lagi bingung kali ya yad :(…. ilmu IT gw mentok dengan ilmu HUKUM, gw ga pernah ngacak” hukum di indonesia :D….

  16. GerlNich
    June 11, 2009

    Ckckckck… Ada” aja y!!
    Hhe^^..
    Lam kenal y!! Link sdh terpasang…
    Tunggu kunjungan balik y!!!

  17. den_ipank
    June 18, 2009

    hahahhahaa…mank gitu bos???

    gw aja sidang cuma abis 70rb???

    tau sendiri tuh tikus-tikus…gw juga paling benci ma yang namanya prokiss(tau kan)…

    biar dapet balesannya…

  18. srikandi
    June 19, 2009

    hahahahah, cian bgt yah (makanya, jgn asal iyah/siapin uang 25 ajah kale di dompret(bilang, pak saya punya nya cm ini,kalo mau sidang yah okeh dewh, gpp) … abg… tragis bgt sich nasibmu(baru kali ini saya liat cerita kayak gini)…ehheheheh.

  19. Sangbima
    June 23, 2009

    Kamu tertipu tuh, yg bener aja dendanya sampe segitu. Aku aja dulu gak punya SIM malah cuman bayar 20rb. Polisi rese’ tuh.

  20. kangjoko
    June 24, 2009

    udah ga aneh kaya begituan mah…. karena saya juga pernah kena tilang gara2 ga pake helm

  21. aLaMz
    June 25, 2009

    wah wah wah……

    samperin lah polisi nya///

    tar ane tilang tu polisi,,,,,

    cari gara2 aja tu polisi

  22. Anonymous
    June 30, 2009

    iya tu para anjing gila,pa lagi polisi dlampung kalo nilang bentak2 emang kita kriminal,biasa aja kali pak…….pa gak diajari sopan santun.kalau ingin dihormati ya hormati orang laen dulu,bodoh!!

  23. kurnia
    July 1, 2010

    Np gk minta slip biru aja bro???
    dalam Pasal KUHP tentang tilang menilang , denda yang dikenakan tidak lebih dari 50ribu…

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.