tamzBerkisah tentang penglihatan indra mata saya, dimana suatu saat saya sedang membutuhkan ketenangan jiwa dan ada beberapa pekerjaan juga yang membutuhkan koneksi internet menggunakan salah satu isp yang cukup besar di indonesia, tapi sayang sekali saya tidak bisa menceritakan seperti apakah ISP tersebut, yang dimana jika kita ingin menggunakan koneksi dari ISP tersebut hanya ada beberapa cara, diantarnya yang saya ketahui adalah melelui FO atau hotspot di salah satu tempat menarik di indonesia, yaitu tempat minum coffee yaitu Starbucks. karena memang suasana hati juga ingin menikmati suasana yang indah bersama dengan alunan jazz di telinga(biasanya di rumah lagu metal). Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan ekspedisi ke salah satu starbucks yang mempunyai koneksi internet via biznet, yaitu saya putuskan untuk meluncur ke starbucks yang ada di PIM, berhubung riset ini membutuhkan waktu sekitar 5-6 hari jadinya saya tiap hari harus nongkrong di tempat tersebut(sungguh menyiksa di kantong). Yaudah lah mau gimana lagi akhirnya saya memulai ekspedisi pada tanggal 29-04-2009 yang mungkin akan berakhir sekitar tanggal 3-05-2009 :(.

Semakin saya lama mendiam diri di sini semakin banyak perbedaan kehiduan yang saya lihat, terlihat di sini kl rata-rata orang yang leih tua atau bisa di sebut orang tua yang suka nongkrong di sini, sedikit anak seumuran saya yang terlihat nongkrong di sini, kan jadi seakan-akan saya jadi anak bontot di sini, padahal saya akuin tempat ini sangat menarik untuk di jadikan tempat nongkrong dan menenangkan diri dari jakarta yang sangat penat ini, kita sibuk dengan pekerjaan kita, kita pusing karena jalanan jakarta yang macet, dan juga beberapa masalah yang ada di sekitar kita.

saya akuin kl saya merasa tenang dengan suasana yang sangat indah ini saya nikmati sendiri tanpa kekasih(lagunya ello), kekasihnya lagi kemana tau ga bisa menemaniku di saat aku jauh(lagu lagi nihm tapia apa ya).

Yang membuat saya tambah seru di sini adalah pengunjungnya suka ada orang-orang mancanegara,dan sekaligus di sini juga saya bisa mendengarkan cara mereka bercakap-cakap dan sekalian saya juga belajar berbicara b.inggris (kapan ya bisa b.inggris), dengan adanya peristiwa mancanegara ini akhirnya saya mempunyai ide untuk membawa sebuah buku yang saya juga ga ngerti kata-katanya tapi saya coba mengerti, yaitu buku “Blogging for Dummies” di sini menerangkan tentang beberapa cara untuk nge-blog, macam-macam blog, dan golongan-golongan blog, buku ini saya pinjam dari markas InternetSehat.Org/IctWatch.Com.

Sambil membaca-baca buku ini saya juga sambil melihat keadaan sekitar, saya menemukan sebuah kejadian menarik, jadi ada 2 orang mancanegara dan 1 kelompok lagi 3 orang orang indo, jadi ada 1 sofa yang sudah di tinggalkan pengunjung dan 2 kelompok itu melihat ke arah sofa tersebut, kemudian setelah selesai di bereskan di area sofa tersebut maka mereka semua meluncur ke arah sofa, dan ternyata orang indo yang duluan nyampe, dan orang mancanegara itu diem-diem aja, maybe mereka tidak suka menebar amarah, beda banget sama orang-orang kita yang kena senggol dikit aja udah siap menerkam seperti ula, ekh salah, seperti macan, saya rasa emang kita harus bisa lebih di berikan pendidikan untuk penenangan dan kesabaran diri, agar bisa tercipta indonesia yang apik dan damai.

Sebenarnya sumber dari topik ini adalah mengapa di starbucks ini tercipta kursi kayu dan sofa? kenapa ga sofa aja semuanya, jadinya kan ga ada yang berebut sofa seperti yang sedang terjadi pada beberapa waktu yang lalu. maybe memang mungkin mereka juga memikirkan quota yang nanti tertampung di tempat ini, kl misal pake sofa semua mungkin akan sedikit orang bisa tertampung di tempat ini, tapi bener deh kl misalkan semua kursi di sini adalah sofa, ini menjadi tempat bertapa yang menarik. Cukup lama saya berdiam di tempat ini tiap hari, minimal saya harus nongkrong selama dua setengah jam :(. jadi jelas donk sekarang saya duduk di sofa empuk sendiri dan terhindar dari gencatan tulang pan**t dan kerasnya kursi kayu (namanya juga kurus).

Kisah ini saya tuis dengan rasa sepi saya di sini, dan ternyata kesepian dan keindahan tempat ini bisa membangkitkan saya auntuk menulis sebuah instrument “antara sofa dan kayu” :D. terima kasih karena telah mendengarjan keluh kesah saya di hari ini, sampai ketemu lagi di tulisan berikutnya masih di tempat yang sama “tarian indah tangan amin” :D….. bye bye… :*

Author

Ahmad Aminudin

nama gw ahmad aminudin, biasa di panggil amin, sedangkan kalau di dunia maya di kenal sebagai turbin_ti . lahir di rangkasbitung, 03-09-1989. menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Margamulya 1, Menamatkan sekolah menengah di SMPN 1 Menes, sekarang sedang menjalani pendidikan di SMKN 1 Rangkasbitung mengambil bidang keahlian TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Berpengalaman sebagai webmaster di web komunitas belajar tentang Teknologi Informasi di http://infoteknologi.com. sangat menyukai semua hal yang berhubungan dengan Web Disain, Disain Grafis, Linux Administrator.

Comments (2)

  1. Indonesia Rattan and craft
    October 21, 2011

    mana aja yang penting nyaman dahh,

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.